Cara Memperoleh Haji Mabrur

 Cara Memperoleh Haji Mabrur

Cara Memperoleh Haji Mabrur

Haji Mabrur adalah dambaan bagi semua orang muslim. Haji Mabrur adalah haji yang sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh Rosulullohi SAW. Didalam hadits Bukhori Kitabu Haji, Rosululloh bersabda bahwa Balasan yang paling pantas bagi Haji Mabrur adalah Syurga. Berikut ini beberapa tanda atau indikator apabila haji seorang muslim adalah termasuk Haji Mabrur :

I. Indikator Saat Ibadah Haji

  • Motivasi atau niat Ibadah Haji, ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
  • Proses pelaksanaan sesuai dengan contoh ibadah Rasulullah saw. dimana syarat, rukun wajib (bahkan sunat) ibadah tersebut terpenuhi.
  • Biaya untuk ibadah tersebut diperoleh dengan cara yang halal.
  • Dampak dari ibadah haji positif bagi pelakunya, yaitu adanya perubahan kualitas perilaku ke arah yang lebih baik dan lebih terpuji.

II. Indikator Setelah Ibadah Haji

  • Patuh melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, patuh melaksanakan sholat, konsekuen membayar zakat, sungguh-sungguh membangun keluarga sakinah mawaddah dan wa rahmah, selalu rukun dengan sesama umat manusia, sayang kepada sesama makhluk Allah SWT.
  • Konsekuen meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT, terutama dosa-dosa besar, seperti syirik, riba, judi, zina, khamr, korupsi, membunuh orang, bunuh diri, bertengkar, menyakiti orang lain, khurafat, bidah dsb.
  • Gemar melakukan ibadah wajib, sunat dan amal shalih lainnya serta berusaha meninggalkan perbuatan yang makruh dan tidak bermanfaat.
  • Aktif berkiprah dalam memperjuangkan, mendawahkan Islam dan istiqamah serta sungguh-sungguh dalam melaksanakan amar maruf dengan cara yang maruf, melaksanakan nahi munkar tidak dengan cara munkar.
  • Memiliki sifat dan sikap terpuji seperti sabar, syukur, tawakkal, tasamuh, pemaaf, tawadlu dsb.
  • Malu kepada Allah SWT utk melakukan perbuatan yang dilarang-Nya.
  • Semangat dan sungguh-sungguh dalam menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu Islam.
  • Bekerja keras dan tekun untuk memenuhi keperluan hidup dirinya, keluarganya dan dalam rangka membantu orang lain serta berusaha untuk tidak membebani dan menyulitkan orang lain.
  • Cepat melakukan taubat apabila terlanjur melakukan kesalahan dan dosa, tidak membiasakan diri proaktif dengan perbuatan dosa, tidak mempertontonkan dosa dan tidak betah dalam setiap aktivitas berdosa.
  • Sungguh-sungguh memanfaatkan segala potensi yang ada pada dirinya untuk menolong orang lain dan menegakkan Izzul Islam wal Muslimin.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*