Tips Mengatasi Heat Stroke Bagi Jamaah Haji

Pada musim haji tahun 2016 ini cuaca di wilayah Arab Saudi pada posisi tinggi. Informasi yang kami peroleh suhu udara di sana sampai pada kisaran 40 – 50 derajat celcius. Posisi terkini pada hari Kamis kemarin di Madinah 45 derajat. Sementara, jamaah haji asal Indonesia terbiasa hidup di bawah suhu 30 derajat. Dengan tingginya suhu udara tersebut, maka Heat stroke menjadi salah satu ancaman bagi jemaah haji di Tanah Suci. Meski panas, tingkat kelembaban rendah, sehingga keringat jarang mengucur.

Heat stroke adalah penyakit yang timbul akibat serangan cuaca panas. Salah satu tandanya, seseorang akan mengalami dehidrasi berat. Penyakit inilah yang rawan menyerang para jemaah haji selama berada di tanah suci dengan cuaca panas terik. Heat stroke bisa berakibat fatal, dimana penderita tidak dapat mengeluarkan keringat yang cukup untuk menurunkan suhu tubuhnya. Jika tidak segera diobati, Heat stroke bisa menyebabkan kerusakan yang permanen atau kematian.

Tips Mengatasi Heat Stroke Bagi Jamaah Haji

Heat stroke menjadi ancaman serius saat jemaah menjalankan rukun haji di Arafah, yakni wukuf atau berdiam diri.  Untuk itu perlu diwaspadai. Jika asupan cairan minim, jemaah rentan terserang heat stroke yang ditandai dengan gangguan kesadaran, pandangan kabur dan bergelombang, temperatur tubuh tinggi namun tidak berkeringat.

Tanda-tanda yang umum terjadi saat seseorang terserang heat stroke adalah, mual, pusing, lemah, mudah emosi, bingung, mengigau, tidak bisa berkonsentrasi, pandangan kabur, kejang-kejang hingga tak sadarkan diri.

Faktor seseorang terkena heat stroke antara lain.

  1. Kelelahan fisik yang berlebihan, berjalan kaki jauh di bawah terik matahari langsung.
  2. Sirkulasi udara yang kurang baik, karena padatnya manusia.
  3. Suhu udara tinggi dan kelembaban udara yang rendah, sehingga cairan tubuh berkurang tanpa disadari.
  4. Kurang asupan cairan.
  5. Tubuh tak bisa menyesuaikan diri dengan perbedaan suhu ekstrim.

Berikut ini Tips Cara Mengatasi Heat stroke, yaitu:

  1. Minum sedikitnya 5-6 liter sehari atau 1 gelas setiap 1 jam tanpa menunggu haus.
  2. Gunakan krim pelindung kulit untuk mengurangi pengeluaran cairan tubuh melalui kulit.
  3. Gunakan payung atau pelindung kepala, seperti handuk, sorban, dan sapu tangan yang dibasahi.
  4. Istirahat dan tidur 6-8 jam untuk menjaga kondisi badan tetap fit.
  5. Jangan berada di bawah langsung terik matahari.
  6. Makan buah-buahan segar.
  7. Konsumsi sayuran dan lauk yang banyak mengandung air.
  8. Pakai pakaian tipis namun tidak tembus pandang dan longgar.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*