Jamaah Haji Lunas Tunda 2020 Tidak Dikenakan Biaya Tambahan Bipih 2022

Pemerintah bersama DPR telah menetapkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar jamaah haji tahun 2022, rata-rata sebesar Rp 39.886.009,-.

Biaya Bipih tersebut meliputi biaya penerbangan, sebagian biaya akomodasi di Mekkah dan Madinah, biaya hidup (living cost), dan biaya visa.

Biaya Haji 2022

Lantas bagaimanakah nasib biaya jamaah sudah bayar lunas yang tertunda keberangkatannya pada tahun 2020?

Komisi VIII DPR RI dan Menteri Agama RI telah menyepakati bahwa dengan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), maka tambahan biaya jamaah haji lunas tunda tahun 1441 H/2020 M tidak dibebankan kepada jamaah tetapi dibebankan kepada alokasi Virtual Account.

Pada tahun 2020, Pemerintah dan DPR menyepakati rata-rata Bipih senilai Rp35,2 juta. Artinya, ada selisih dengan penetapan Bipih 2022. Meski demikian, selisih itu tidak dibebankan kepada jamaah haji lunas tunda tahun 1441 H/2020 M. Penambahan biaya akan dibebankan kepada alokasi Virtual Account. 

Alokasi Virtual Account (VA) Jamaah Lunas Tunda sampai dengan Juni 2022 adalah rata-rata Rp4,69 juta per jamaah menjadi sumber pelunasan Bipih 2022.

Dijelaskan pula, Bipih merupakan salah satu komponen dari Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Komponen lain dari BPIH adalah biaya protokol kesehatan. Tahun ini disepakati biayanya senilai Rp808.618,80 per jamaah. Komponen ketiga dari BPIH adalah biaya yang bersumber dari nilai manfaat keuangan haji yang disepakati sebesar Rp41.053.216,24 per jamaah. Jadi total BPIH tahun ini disepakati sebesar Rp81.747.844,04 per jamaah. 

Add a Comment

Your email address will not be published.