Mitigasi Penyelenggaraan Haji Tahun 2021

Dengan belum ada kepastian berakhirnya Pandemi Covid 19, Pemerintah harus siap dengan segala kemungkinan, termasuk kemungkinan jika haji tahun 2021 diselenggarakan dalam situasi yang belum normal karena pandemi. Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan mitigasi penyelenggaraan haji 2021 sehubungan belum selesainya pandemi COVID-19.

Seperti kita ketahui pemerintah Arab Saudi hingga sekarang belum memberikan informasi resmi tentang pelaksanaan haji 2021. Selain itu, kondisi pandemi COVID-19 pun belum selesai di seluruh dunia. Pemerintah jelas tidak mungkin menunggu keterangan resmi Saudi dan pandemi yang belum selesai.

Pemerintah harus mengidentifikasi beberapa potensi masalah dan dampaknya sekaligus menyiapkan skema mitigasi penyelenggaraan ibadah haji 2021. Ada tiga skema penyelenggaraan ibadah haji yang juga perlu disiapkan peta masalahnya yaitu :

  1. Pemberangkatan semua calon jamaah sebanyak 221 ribu orang. Hal ini dilakukan dengan catatan jika Covid-19 sudah selesai atau sudah ditemukan vaksin Covid-19.
  2. Pemberangkatan dengan pembatasan kuota jika pandemi belum selesai dan vaksin belum ditemukan. Pembatasan kuota ini bisa 30 persen, 40 persen bahkan sampai 50 persen. Hal ini dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan.
  3. Pembatalan keberangkatan haji 2021 apabila Arab Saudi tidak memberi kuota.

Dari ketiga skema penyelenggaraan ibadah haji tersebut akan berdampak dengan layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

Perlu diapresiasi dengan langkah Kemenag dalam mempersiapkan peta masalah dan mitigasi solusi terhadap keberangkatan haji 2021. Mitigasi haji 2021 sangat penting karena menyangkut pelayanan maksimal bagi calon jemaah haji, sekaligus mencegah risiko terinfeksi COVID-19.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*